Istri yang Baik?
Sebelumnya,
saya akan membenarkan perkataan salah seorang teman saya dari Jakarta. Dia
pernah bilang, “Kamar mandi adalah tempat mencari ide yang paling baik.” Saya
percaya perkataannya itu, karena khayalan saya juga selalu lancar saat berada
di kamar mandi (dan tentunya, menjadi penyebab utama betapa lamanya saya
mandi). Seperti yang terjadi beberapa detik yang lalu, yang mana ide tersebut
akan saya tulis dalam esai saya kali ini.
Tak sedikit
orang-orang di sekitar saya,
keluarga saya, ataupun iklan yang muncul di televisi, yang menunjukkan bahwa
istri yang pintar memasak, sudah pasti akan membuat suami tidak akan mudah
memalingkan pandangnnya ke wanita lain. Boleh dibilang, bahasa sederhananya,
istri yang baik itu, pintar memasak.
Tapi, tidak semua istri yang pintar
memasak adalah istri yang baik. Terlebih, kalau istri yang pintar memasak itu
juga temperamental.Bayangkan saja, bila anda, para suami, tidak sengaja
membuat istri anda yang pintar memasak namun temperamental itu marah.
Lalu, beberapa jam kemudian, anda sekalian sudah tidak lagi terbaring di atas tempat tidur, tapi sudah berenang-renang bersama sayuran lain didalam panci. Tak akan ada satupun orang di rumah anda yang akan sadar bahwa mereka sedang menyantap daging anda sebagai makan malam, saking pintarnya keahlian istri anda dalam memasak.
Lalu, beberapa jam kemudian, anda sekalian sudah tidak lagi terbaring di atas tempat tidur, tapi sudah berenang-renang bersama sayuran lain didalam panci. Tak akan ada satupun orang di rumah anda yang akan sadar bahwa mereka sedang menyantap daging anda sebagai makan malam, saking pintarnya keahlian istri anda dalam memasak.
Itu adalah kemungkinan terburuk.
Paling tidak, anda-anda sekalian hanya akan menjadi manusia panggang dibelakang
rumah. Karena itu, ada baiknya kita coret istri yang pintar memasak dari kategori
istri yang baik.
Banyak orang
yang bilang, saya tidak akan
menjadi istri yang baik, karena saya tidak pintar memasak. Tapi sebagai
perempuan yang akan menjadi seorang istri suatu hari nanti, saya memiliki
keahlian lain yang biasanya juga dimiliki ibu rumah tangga yang lain. Keahlian
itu adalah menjahit.
Memang, bila baju anda maupun baju
anak-anak anda robek atau berlubang, istri yang pintar menjahit dapat dijadikan
sebagai solusi, dibandingkan membawa baju tersebut ke tukang jahit, dan
membayar mahal hanya untuk membuat sebuah lubang kecil disana menutup kembali.
Dan kalau keahlian menjahit istri anda sudah mencapai tingkat tinggi, anda
tidak perlu lagi membeli jaket ataupun sweater
berbahan wol yang mahal di department
store. Anda cukup meminta istri anda membuatkannya, dan, voila! Sweater khas buatan tangan sudah ditangan anda. Anda juga tidak
perlu membeli taplak meja. Cukup dengan memberikan sehelai kain yang biasa
dipakai untuk taplak meja yang polos, dan biarkan istri anda mempercantik meja
tamu dengan sulamannya yang indah. Anda tidak perlu membeli benda-benda kecil
berbahan kain lainnya, karena istri anda dapat menjahitkannya untuk anda dengan
mudah.
Sampai disini, mungkin anda sedang
berpikir, “Benar juga. Istri yang pintar menjahit juga bisa dibilang sebagai
istri yang baik, ya.” Tapi tunggu, terlalu cepat bagi anda untuk mengambil
kesimpulan. Karena, tidak semua istri yang pintar menjahit itu adalah istri
yang baik. Terlebih kalau istri anda memiliki kesabaran tingkat rendah.
Bayangkan saja, bila anda, para
suami, sedang bertengkar dengan istri anda yang sedang menjahit. Tangan istri
anda yang sedang menutup lubang kecil di baju tersebut dengan benang dan jarum
jahit, bisa saja berpindah tugas menjadi menutup lubang mulut anda yang sedang
melontarkan kalimat pembelaan, umpatan, ataupun cibiran. Atau biar sekalian lengkap, mata anda juga
ditutup supaya mata itu tidak terus-terusan menatap istri anda dengan tatapan
penuh kebencian.
Mau yang lebih buruk? Tangan anda
akan disatukan dengan tubuh anda, dan kaki anda akan dirapatkan. Lalu dada anda
akan disulam dengan bentuk mawar hitam. Terlalu buruk? Ya, paling tidak, tangan
istri anda yang sedang memegang jarum, bisa saja dilayangkan ke mata anda,
supaya perhatian anda teralih sepenuhnya. Jarum memang senjata pembunuh
kontroversial yang murah meriah.
Masih berani punya istri yang pintar
menjahit? Mari kita coret pilihan tersebut dari kategori istri yang baik.
Memakai baju
yang bersih dan wangi ke tempat kerja adalah salah satu dari kenyamanan harian
yang dapat diberikan seorang istri kepada suaminya. Jangan salah, mencuci
adalah sebuah keahlian tersendiri yang sunah muakad dimiliki oleh setiap istri.
Keahlian yang kurang dalam hal mencuci (pakaian maupun benda lainnya) akan
menyebabkan baju tidak nyaman dipakai karena ada sabun cuci yang tertinggal dan
ikut kering dibaju, alat makan yang menjadi beracun karena sabun yang juga
masih tertinggal, atau hal-hal lain yang akan menimbulkan ketidak nyamanan
sebagai akibatnya. Memiliki istri yang pintar mencuci juga dapat mengurangi
pengeluaran anda, yang biasanya dipakai untuk me-laundry pakaian kotor.
Tapi, apakah seorang istri yang
sedang mencuci, yang dengan sigap dan amarah meluap, menuangkan sabun cuci dan
pemutih pakaian kedalam mulut suaminya, adalah istri yang baik? Baiklah, saya
tahu hal itu hanya akan terjadi jika wanita tersebut adalah orang yang
temperamental kelas kakap. Namun, dari contoh kejadian diatas, kita dapat
menarik kesimpulan, bahwa ada baiknya bila kita coret istri yang pintar mencuci
dari kategori istri yang baik.
Istri
yang pintar mencuci, dicoret. Istri yang pintar menjahit, dicoret. Istri yang
pintar memasak? Dicoret juga. Jadi, istri yang baik itu, istri yang seperti apa
sih?
Istri yang baik adalah istri yang
solehah, yang rajin mengaji, hobi berpuasa, dan ketagihan dengan satu-satunya
alat komunikasi antara kita dengan Allah SWT, yaitu sholat. Istri yang baik,
adalah istri yang selalu mendoakan keluarganya agar terhindar dari api neraka,
yang selalu mendukung hal baik yang anda lakukan, dan dapat mengembalikan anda
ke jalan yang benar bila anda sudah melenceng terlalu jauh. Istri yang baik
dapat membuat anda tidak dapat berpaling darinya, walaupun tanpa makanan, tanpa
keahliannya dalam hal menjahit maupun keahliannya dalam hal mencuci. Istri yang
baik akan selalu berusaha untuk tersenyum di depan anda dan anak-anak anda, dan
akan selalu berusaha membuat anda dan anak-anak anda tersenyum walau ia sendiri
sedang tidak bisa tersenyum.
Itulah, istri yang baik.☺
>E.P.P.H.<
Tidak ada komentar:
Posting Komentar