Minggu, 03 Juni 2012

Prolog: Nii-san


Oke. Sosiologi. Salah satu mata pelajaran yang paling aku gak suka. Tapi anehnya, aku selalu sukses dimata pelajaran ini. Sedangkan mata pelajaran yang aku suka malah sering kali gak suskes. Berhubung tadi malam aku bergadang sampai jam 1 gara-gara tugas sosiologi (yang ternyata hari ini gak jadi dikumpul), aku memilih untuk tidur menyanggupi hasutan setan-setan disekitarku.

"Jadi, apa yang menyebabkan perilaku menyimpang?" suara Pak Marwa yang agak lembut, sedikit mendayu-dayu di telingaku. Melantun indah bagaikan lagu tidur yang mematikan.

Tapi, bagian dari diriku yang selalu sok tahu dan tak tahan untuk menjawab pertanyaan yang aku tahu jawabannya, memaksaku untuk mengeluarkan suara dan menjawabnya. Jadinya.....

"Sosialisasi yang tidak sempurnaaa....." jawabku setengah hidup, dengan jiwa melayang setengah.


Lebih baik aku menghadapi pelajaran matematika-nya Pak Faiq daripada menghadapi guru yang satu ini. Aku mengumpat. Entah apa yang aku katakan, tapi aku yakin aku tidak perlu memberitahu kalian.

Kenalkan, aku Atha. Aku sekarang duduk di kelas 1 SMA, SMAN 10 “MELATI” Samarinda.  Satu-satunya sekolah berasrama di Kalimantan Timur, dan satu-satunya sekolah negeri yang berasrama di Indonesia. Masuk sekolah ini, bukanlah suatu perkara yang mudah, baik pra-masuknya maupun pasca masuknya. Ya, kegiatan asrama begitu padat, sehingga tidaklah heran kalau pada saat perta,a kali masuk, banyak sekali temanku yang kabur ke alam mimpi pada saat pelajaran.

Begitu aku menutup mataku, aku melihat bahwa teman-temanku semua malah terbangun dan memandangku dengan tatapan aneh. Aku membuka mataku, tapi yang kutemukan adalah setengah dari 29 teman sekelasku meletakkan kepalanya di atas meja. Aku menutup mataku lagi, dan aku kembali melihat hal yang sama. Alam bawah sadarku terus memberitahu bahwa itu benar-benar terjadi, walaupun sebenarnya tidak. Aku menegakkan kepalaku, hanya kepalaku, karena kesal dan membuka mataku.


Tiba-tiba di kepalaku terlintas sebuah nada lagu anime yang sudah cukup lawas. Lagunya slow, tapi butuh teknik dan suara yang tepat untuk menyanyikannya. Aku melantunkan sebaris liriknya...

donna fuu ni ikireba shiawase ni nareru n darou

 Ah, nii-san. Aku merindukan sahabatku yang satu itu. Ia sangat senang menyanyikan lagu yang itu. Kami satu angkatan, tapi dia sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri. Nii-san juga sudah menganggapku sebagai adiknya sendiri, yang harus selalu dilindunginya dan dibelanya. Aku begitu menyayanginya sampai aku tak rela berpisah dengannya saat ia tidak jadi masuk ke sekolah tempat aku menempa ilmu sekarang ini.


Aku masih ingat saat kami mendiskusikan tentang Fullmetal Alchemist: Brotherhood dengan semangat '45. Aku juga ingat bahwa kami sempat memperebutkan peran tokoh utama di anime itu. Edward Elric, adalah tokoh utama dari anime ini. Ia memiliki adik bernama Alphonse Elric. Diceritanya, di umur mereka yang masih sangat muda, Ayah mereka pergi meninggalkan mereka hanya dengan Ibu mereka. Tak lama setelah itu, Ibu dari mereka berdua ini mulai sakit-sakitan, namun ia tetap berjuang membesarkan Ed dan Al dengan penuh cinta dan senyuman. Sampai pada saat umur Ed 5 tahun dan Al 4 tahun, Sang Ibu menyerah pada penyakitnya. Ed yang tidak terima, berhasrat untuk mempelajari Alkemi dan menghidupkan kembali ibunya.

Langsung saja, setelah kurang lebih 1 tahun mempelajari Alkemi, Ed dan Al segera mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan dalam Transmutasi Manusia, jalan yang akan mereka tempuh untuk menghidupkan ibunya. Begitu Lingkaran Transmutasi, lingkaran dengan berbagai pola garis didalamnya dan unsur utama untuk melakukan transmutasi, selesai dibuat, dan bahan-bahan yang dibutuhkan sudah ditaruh ditengah, semuanya siap dimulai.

Namun hasilnya, tidak seperti yang mereka harapkan. Bahkan jauh dari yang mereka harapkan. Ed dan Al benar-benar melupakan tentang Pertukaran Sepadan. Semua yang mereka inginkan, pasti ada bayarannya. Teori ini membuat Al kehilangan seluruh tubuhnya, dan Ed kehilangan kaki kirinya. Hal ini membuat Ed depresi berat. Ditambah lagi dengan yang muncul dari transmutasi itu bukanlah ibunya. Lalu sambil berurai air mata, ia menjatuhkan salah satu baju zirah milik ayahnya yang paling dekat. Menggunakan darahnya, ia menggambar lingkaran darah untuk mengembalikan jiwa Al. Dengan bayaran tangan kanannya, jiwa Al kembali dan mendiami baju zirah tersebut.

Aku selalu ingin menjadi Ed, karena ia adalah tipikal kakak yang, menurutku, lebih baik dari aku yang sekarang. Tapi nii-san sama sekali tidak mengizinkanku menjadi Ed. Yap, aku dipaksa untuk menjadi Al. Dan aku masih ingat apa kata nii-san untuk meyakinkanku memerankan Al.

"Kamu mau jadi Ed?! Enak aja! Heh, apa kamu itu emosian?! Apa kamu gak suka minum susu?! Apa kamu mau dibilang─ hn... dibilang... Ha~h, PENDEK?!!"

Sebenarnya aku ingin tertawa mendengarkan sugesti nii-san, karena, setelah aku pikirkan kembali, sifat nii-san kebanyakan memang mirip dengan Ed. Dan juga, nii-san itu lebih pendek dari aku. Memang tidak salah kalau aku jadi Al dan dia jadi Ed. Dan juga, aku menyukai kucing, seperti Al. Dengan─ saat itu─ berat hati, aku menerima peranku dan mulai memanggilnya nii-san. Karena di anime itu, Al memanggil Ed dengan panggilan nii-san. Nii-san dalam bahasa jepang, adalah panggilan untuk kakak laki-laki.  Agak aneh memang karena yang kupanggil dengan panggilan nii-san itu adalah seorang cewek.

Mau ketemu nii-san lagi! Tapi bagaimanapun juga, tidak semudah itu. Saat aku libur, terkadang ia masuk sekolah, begitu pun sebaliknya. Saat kami sama-sama libur, entah kenapa takdir tidak pernah mempertemukan kami.

saatnya jam ketiga dimulai. It’s time to begin the third lesson.

Akhirnya, suara yang aku tunggu-tunggu. Aku segera membereskan barang-barangku dan salim dengan Pak Marwa. Setelah itu, aku melesat menuju ruang 3, dimana Pak Faiq menunggu kami untuk diajarkan Matematika. Aku berjalan setengah berlari, karena Pak Faiq hanya memberi kami waktu 5 menit untuk berpindah ke kelasnya.

####

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


 What do you think, minna-sama? ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar